Pengertian
Demam thypoid merupakan
penyakit infeksi akut usus halus yang di sebabkan oleh kuman salmonella
typhosa. Penyakit ini termasuk penyakit menular dendan rute penularannya dalam
bahasa inggris disiingkat 3 F yaitu Feses,Fly (lalat), food (makanan).
Penyebab
Salmonella
typhi merupakan bakteri gram negatif yang bersifat motil tidak membentuk spora,
dan tidak berkapsul. Kebanyakan strain meragikan glukosa, manosa dan manitol
untuk menghasilkan asam dan gas,tetapi tidak meragikan laktosa dan sukrosa.
Organisme salmonella tumbuh secara aerob falkutatif. Kebanyakan spesies
resisten terhadap agen fisik namun dapat dibunuh dengan pemanasan 54,4°C selama
1 jam atau 60°C selama 15 menit. Salmonella tetap dapat hidup pada suhu ruang
dan suhu rendah selama beberapa hari dan bertahan hidup selama berminggu-minggu
dalam sampah, bahan makanan kering, tinja. ( Ashkenazi et al ,2002).
v Salmonella
typhi memiliki 3 antigen yaitu:
Ø Antigen
O : somatic antigen ( tidak menyebar )
Ø Antigen H: (menyebar) terdapat
pada flagella dan bersifat termolabil
Ø Antigen
IV: kapsul yang meliputi tubuh kuman dan melindungi antigen O terhadap
patogenesis. Masa inkubasi 10-20 hari.
Tanda dan Gejala
Keluhan dan gejala demam typhoid tidak khas, dan
bervariasi dari gejala seperti flu ringan sampai berat dan fatal jika mengenai
sistem organ. Secara klinik penyakit typhus berupa demam berkepanjangan,
gangguan fungsi usus, dan keluhan susunan saraf pusat.
Ø Panas
lebih dari 7 hari,biasanya semakin hari semakin tinggi( 39°-40°C)
Ø Gastrointestinal
dapat berupa konstipasi, diare di sertai rasa mual, muntah, kembung, lidah
kotor,hepatomegali, slenomegali.
Ø Pada
minggu ke 2 panas`tinggi terus-menerus terutama pada malam hari.
Ø Gejala
saraf sentral berupa delirium,apatis,somnolen,sopor,bahkan sampai koma.
Ø Pada
akhir minggu ke 3 demam berangsur-angsur turun dan normal, kesadaran menurun
dan terjadi perdarahan usus dan menyebabkan kematian.
Patofisiologi
Salmonella typhi masuk
ke dalam tubuh bersama makanan dan air yang tercemar. Sebagian kuman di
musnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus. (
Mnsjoer,2000).
Pemeriksaan Penunjang
Ø Darah
yaitu Hb,Ht
Ø Reaksi
widal aglutinin O dan H semakin tinggi titernya semakin besar kemungkinannya
menderita typhoid. Pada infeksi aktif titer widal akan meningkat pada
pemeriksaan setelah 5 hari.
Ø Kultur
feces dan urine (+) salmonella typhosa selama 2 minggu
Ø Biakan
empedu : terdapat basil salmonella typhosa pada urine dan tinja jika pada
pemeriksaan dua kali berturut-turut di dapatkan hasil salmonella typhosa.pada
urine maka pasien di nyatakan betul-betul sembuh.
Pengobatan
v Perawatan
Ø Pasien diistirahatkan
7 hari sampai demam tulang atau 14 hari untuk mencegah komplikasi pendarahan
usus.
Ø Mobilisasi
bertahap bila tidak ada panas, sesuai dengan pulihnya transfusi bila ada
komplikasi perdarahan.
v Terapi
Ø Kloramfenikol.
Dosis yang diberikan adalah 100mg/kg BB/hari, maksimum pemberian 2g/hari. Dapat
diberikan secara oral atau intravena, sampai 7 hari bebas panas.
Ø Tiamfenikol..
Ø Kortimoksazol per
oral selama 10 hari.
Ø Ampicilin dan
Amokcilin. Dosis berkisar 100mg/kg BB, selama 2 minggu.
Ø Sefalosporingenerasi
ketiga seperti seftriakson dosis 80mg/kg BB IM atau IV. selama 5 -7 hari. Atau
seiksim oral dosis 20mg/kg BB/haridibagi 2 dosis selama 10 hari.
Ø Kombinasi obat
antibiotik. Hanya diindikasikan pada headaan tertentu seperti: tifoid toksik,
peritonitis atau perforasi, syok septik, karena telah terbukti sering ditemukan
dua macam organisme dalam kultur darah selain kuman salmonella typhi. (
Widiastuti S, 2001)
v Diet
Ø Diet yang sesuai,
cukup kalori dan tinggi protein.
Ø Pada penderita yang
akut dpat diberi bubur saring.
Ø Setelah bebas
demam diberi bubur kasar selama 2 hari lalu nasi tim.
Ø Dilanjutkan dengan
nasi biasa setelah penderita bebas dari demam selama 7 hari
Komplikasi
v Komplikasi intestinal
Ø Perdarahan
usus
Ø Perforasi
usus
Ø Ileus
paralitik
v Komplikasi ekstra
intestinal
Ø Kardiovaskuler
: kegagalan sirkulasi perifer, miokarditis, trombosis, tromboflebitis
Ø Darah
: anemia hemolitik,
trombositopenia, koagulasi
Ø Paru : pneumonia
Ø Hepar
: hepatitis dan
kolelitiasis
Ø Ginjal
: glomerulonefritis
,pielonefritis
Ø Tulang
: artitis , osteomielitis
Ø Neuropsikiatrik
: meningitis, psikosis, sindrom
guillian-bare
Tidak ada komentar:
Posting Komentar