Senin, 13 Maret 2017

Demam tifoid - demam tifus, tanda gejala, penyebab, pengobatan |> Rumahsehat

Pengertian
Demam thypoid merupakan penyakit infeksi akut usus halus yang di sebabkan oleh kuman salmonella typhosa. Penyakit ini termasuk penyakit menular dendan rute penularannya dalam bahasa inggris disiingkat 3 F yaitu Feses,Fly (lalat), food (makanan).

Penyebab
Salmonella typhi merupakan bakteri gram negatif yang bersifat motil tidak membentuk spora, dan tidak berkapsul. Kebanyakan strain meragikan glukosa, manosa dan manitol untuk menghasilkan asam dan gas,tetapi tidak meragikan laktosa dan sukrosa. Organisme salmonella tumbuh secara aerob falkutatif. Kebanyakan spesies resisten terhadap agen fisik namun dapat dibunuh dengan pemanasan 54,4°C selama 1 jam atau 60°C selama 15 menit. Salmonella tetap dapat hidup pada suhu ruang dan suhu rendah selama beberapa hari dan bertahan hidup selama berminggu-minggu dalam sampah, bahan makanan kering, tinja. ( Ashkenazi et al ,2002).
v Salmonella typhi memiliki 3 antigen yaitu:
Ø Antigen O : somatic antigen ( tidak menyebar )
Ø Antigen H: (menyebar) terdapat pada flagella dan bersifat termolabil 
Ø Antigen IV: kapsul yang meliputi tubuh kuman dan melindungi antigen O terhadap patogenesis. Masa inkubasi 10-20 hari.

Tanda dan Gejala
Keluhan  dan gejala demam typhoid tidak khas, dan bervariasi dari gejala seperti flu ringan sampai berat dan fatal jika mengenai sistem organ. Secara klinik penyakit typhus berupa demam berkepanjangan, gangguan fungsi usus, dan keluhan susunan saraf pusat.
Ø Panas lebih dari 7 hari,biasanya semakin hari semakin tinggi( 3-40°C)
Ø Gastrointestinal dapat berupa konstipasi, diare di sertai rasa mual, muntah, kembung, lidah kotor,hepatomegali, slenomegali.
Ø Pada minggu ke 2 panas`tinggi terus-menerus terutama pada malam hari.
Ø Gejala saraf sentral berupa delirium,apatis,somnolen,sopor,bahkan sampai koma.
Ø Pada akhir minggu ke 3 demam berangsur-angsur turun dan normal, kesadaran menurun dan terjadi perdarahan usus dan menyebabkan kematian.

Patofisiologi
Salmonella typhi masuk ke dalam tubuh bersama makanan dan air yang tercemar. Sebagian kuman di musnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus. ( Mnsjoer,2000).

Pemeriksaan Penunjang
Ø Darah yaitu Hb,Ht
Ø Reaksi widal aglutinin O dan H semakin tinggi titernya semakin besar kemungkinannya menderita typhoid. Pada infeksi aktif titer widal akan meningkat pada pemeriksaan setelah 5 hari.
Ø Kultur feces dan urine (+) salmonella typhosa selama 2 minggu
Ø Biakan empedu : terdapat basil salmonella typhosa pada urine dan tinja jika pada pemeriksaan dua kali berturut-turut di dapatkan hasil salmonella typhosa.pada urine maka pasien di nyatakan betul-betul sembuh.

Pengobatan
v Perawatan
Ø Pasien diistirahatkan 7 hari sampai demam tulang atau 14 hari untuk mencegah komplikasi pendarahan usus.
Ø Mobilisasi bertahap bila tidak ada panas, sesuai dengan pulihnya transfusi bila ada komplikasi perdarahan. 
v Terapi
Ø Kloramfenikol. Dosis yang diberikan adalah 100mg/kg BB/hari, maksimum pemberian 2g/hari. Dapat diberikan secara oral atau intravena, sampai 7 hari bebas panas.
Ø Tiamfenikol..
Ø Kortimoksazol per oral selama 10 hari.
Ø Ampicilin dan Amokcilin. Dosis berkisar 100mg/kg BB, selama 2 minggu.
Ø Sefalosporingenerasi ketiga seperti seftriakson dosis 80mg/kg BB IM atau IV. selama 5 -7 hari. Atau seiksim oral dosis 20mg/kg BB/haridibagi 2 dosis selama 10 hari.
Ø Kombinasi obat antibiotik. Hanya diindikasikan pada headaan tertentu seperti: tifoid toksik, peritonitis atau perforasi, syok septik, karena telah terbukti sering ditemukan dua macam organisme dalam kultur darah selain kuman salmonella typhi. ( Widiastuti S, 2001)
v Diet
Ø Diet yang sesuai, cukup kalori dan tinggi protein.
Ø Pada penderita yang akut dpat diberi bubur saring.
Ø Setelah bebas demam diberi bubur kasar selama 2 hari lalu nasi tim.
Ø Dilanjutkan dengan nasi biasa setelah penderita bebas dari demam selama 7 hari

Komplikasi
v Komplikasi intestinal
Ø Perdarahan usus
Ø Perforasi usus
Ø Ileus paralitik

v Komplikasi ekstra intestinal
Ø Kardiovaskuler    : kegagalan sirkulasi perifer, miokarditis, trombosis,  tromboflebitis
Ø Darah                   : anemia hemolitik, trombositopenia, koagulasi
Ø Paru                      : pneumonia
Ø Hepar                   : hepatitis dan kolelitiasis
Ø Ginjal                   : glomerulonefritis ,pielonefritis
Ø Tulang                  : artitis , osteomielitis
Ø Neuropsikiatrik    : meningitis, psikosis, sindrom guillian-bare

Tidak ada komentar:

Posting Komentar