Senin, 20 Maret 2017

SYSMUCO | KOMPOSISI, INDIKASI |>RumahSehat


SYSMUCO 100 MG TABLET

Komposisi:
Rebamipide 100 mg

Indikasi:
Terapi lambung dalam kombinasi dengan obat penghambat pompa proton, antikolinergik dan antagonis H2, terapi gastritis

Efek samping:
Reaksi hipersensitivitas: perut terasa membesar: nyeri perut, mual, muntah, bersendawan, reaksi hematologi, gangguan pengecapan

Cara pemberian:
Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.

Dosis:
Dewasa : 3 kali sehari 1 tablet pada pagi, sore dan sebelum tidur

Perhatian:
Usia lanjut, anak, hamil dan laktasi

Kemasan:
Tab salut selaput 100 mg x 3 x 10.

Pabrik:

Fahrenheit

ALDISA | KOMPOSISI, INDIKASI, EFEK SAMPING |> RumahSehat


ALDISA SR KAPSUL


Komposisi:
Loratadine 5 mg, pseudoephedrine sulfate 120 mg.

Indikasi:
Meredakan gejala yang berhubungan dengan rinitis alergi dan common cold termasuk kongesti nasal, bersin, rinore, gatal dan lakrimasi

Kontra indikasi:
Terapi MAOI, glaukoma sudut sempit, retensi urin, hipertensi berat, penyakit arteri koroner, hipertiroid

Efek samping:
Insomnia, mulut kering

Cara pemberian:
Berikan bersama makanan. Telan utuh,jangan dikunyah/dihancurkan

Dosis:
Dewasa dan anak di atas 1 tahun 2x/hari

Perhatian:
Glaukoma, stenosis, ulkus peptikum, obstruksi piloroduodenum, penyakit kardiovaskuler, hipertrofi prostat dan obstruksi leher kandung kemih, peningkatan TIO atau DM. Usia lanjut

Interaksi Obat:
β-bloker, metildopa, mekamilamin, reserpin, alkaloid veratrum, digitalis, antasid, kaolin

Kemasan:
Kapsul 5 x 10

Parbrik:

Sanbe

LEVOPRONT | KOMPOSISI, INDIKASI |> RumahSehat

LEVOPRONT SYRUP 120 ML


Komposisi:
Levodropropizine 

Indikasi:
Terapi
simptomatik batuk  non produktif.

Kontra Indikasi:
Batuk dengan lendir berlebihan. dengan fungsi hati, hamil dan laktasi.

Cara Pemberian:
Sebaiknya diberikan pada saat perut kosng: diberikan diantara waktu makan 

Dosis:
Dws 10 mL. Anak 2bln s/d 4 thn 2 mg/kg BB. Semua dosis diberikan 3 x/hari

Efek Samping:
kadang-kadang: pusing, mengantuk, mual.

Kemasan:
Syrup 120 ml

Pabrik:
combiphar 

AERIUS | KOMPOSISI, INDIKASI |> RumahSehat

AERIUS 5 MG TABLET



Komposisi:
Desloratadin 5 mg

Indikasi:
Alergi rinitis, urtikaria idiopatik kronik

Kontra Indikasi:
Hipersensitif

Cara Pemberian:
Diberikan setelah makan 

Dosis:
1 kali sehari 1 tablet 

Perhatian:
Jangan diberikan pada ibu menyusui karena dapat menmbus ke air susu

Kemasan:
Tablet 5 mg x 3 x 10

Pabrik:

Schering-Plough

BICROLID | EFEK SAMPING, KOMPOSISI |> RumahSehat

BICROLID 250 MG KAPLET


Komposisi:
Clarithromycin 250 mg

Indikasi:
Faringitis atau tonsilitis, sinusitis maksilaris akut, bronkitis kronis eksaserbasi akut, infeksi kulit dan strukturnya tanpa komplikasi

Kontra Indikasi:
Hipersensitif

Cara Pemberian:
Berikan bersama makanan

Dosis:
Faringitis dan tonsilitis : 2 kali sehari 250 mg 10 hari. Sinusitis maksilaris akut : 2 kali sehari 500 mgselama 14 hari. Bronkitis kronis eksaserbasi akut : 2 kali sehari 250-500 mg selama 7-14 hari. Infeksi kulit dan strukturnya tanpa komplikasi : 2 kali sehari 250 mg selama 7-14 hari. 
(harus dengan resep dokter).

Interaksi Obat:
Teofilin, karbamazepin, digoksin, triazolam, antikoagulan

Efek Samping:
Diare, mual, gangguan rasa, nyeri abdomen, sakit kepala

Perhatian:
Hamil, laktasi, kerusakan hati

Kemasan:
Kaplet 250 mg x 3 x 10

Pabrik:

Sanbe 

CATAPRES TABLET | KOMPOSISI, INDIKASI |> RumahSehat

CATAPRES 75 mg 


Komposisi:
Klonidina-HCI  0.075 mg/ tablet

Indikasi:
Hipertensi. Diberikan tunggal atau dikombinasikan dengan obatantihipertensi lainnya. Untuk pengobatan hipertensi krisis, pemberian suntikan clonidine secara perlahan-lahan sangat tepat karena mula kerjanya cepat.

Kontra Indikasi:
sebaiknya tidak digunakan pada pasien yang diketahui hipersensitif terhadap zat aktif atau komponen lain dari obat ini dan juga pada pasien dengan bradiaritmia berat baik itu gejala "sick-sinus" atau blok AV derajat 2 atau 3.

Dosis:
Awal: hipertensi ringan s/d sedang adalah 0,075 mg - 0,150 mg, 2x/hr. Setelah 2 - 4 minggu, bila diperlukan dosis dapat ditingkatkan hingga didapat respon yang diinginkan. Umumnya dosis diatas 0,6 mg perhari, tidak akan menghasilkan penurunan tekanan darah yang lebih besar. Pada hipertensi berat, dosis tunggal dapat ditingkatkan hingga 0,3 mg; hal ini dapat diulang hingga 3 kali sehari (0,9 mg). Injeksi: 1 ampul dilarutkan dalam 10 ml pelarut, disuntikkan IV/IM lambat selama 10 menit, 1 dosis maksimum 1 ampul/hr. (harus dengan pengawasan dokter).

Efek Samping:
mulut kering dan sedasi.Kadang-kadang dapat terjadi sembelit, rasa mual dan muntah-muntah, sakit kepala, rasa tidak enak badan, impoten, menurunnya libido, ginekomastia, keluhan ortostatik, parestesia pada ekstremitas, fenomena Raynaud, rasa nyeri pada kelenjar parotis, pengeringan mukosa hidung dan pengurangan aliran lakrimal (hati-hati: pemakai lensa kontak), dan juga dapat terjadi reaksi pada kulit seperti gejaia-gejala ruam kulit, urtikaria, pruritus, dan alopesia. Kemungkinan dapat pula terjadi gangguan tidur, mimpi buruk, rasa depresi, gangguan persepsi, halusinasi, bingung dan gangguan penglihatan. Jarang: pseudo-obstruksi usus besar. Clonidine dapat menyebabkan atau memperberat kondisi bradiaritmia seperti sinus bradikardia atau AV-blok. Pada kasus yang jarang pernah dilaporkan terjadinya peningkatan kadar gula darah yang ringan.

Kemasan:
Tablet 75 mcg x 10 x 10

Pabrik:  

Senin, 13 Maret 2017

Demam tifoid - demam tifus, tanda gejala, penyebab, pengobatan |> Rumahsehat

Pengertian
Demam thypoid merupakan penyakit infeksi akut usus halus yang di sebabkan oleh kuman salmonella typhosa. Penyakit ini termasuk penyakit menular dendan rute penularannya dalam bahasa inggris disiingkat 3 F yaitu Feses,Fly (lalat), food (makanan).

Penyebab
Salmonella typhi merupakan bakteri gram negatif yang bersifat motil tidak membentuk spora, dan tidak berkapsul. Kebanyakan strain meragikan glukosa, manosa dan manitol untuk menghasilkan asam dan gas,tetapi tidak meragikan laktosa dan sukrosa. Organisme salmonella tumbuh secara aerob falkutatif. Kebanyakan spesies resisten terhadap agen fisik namun dapat dibunuh dengan pemanasan 54,4°C selama 1 jam atau 60°C selama 15 menit. Salmonella tetap dapat hidup pada suhu ruang dan suhu rendah selama beberapa hari dan bertahan hidup selama berminggu-minggu dalam sampah, bahan makanan kering, tinja. ( Ashkenazi et al ,2002).
v Salmonella typhi memiliki 3 antigen yaitu:
Ø Antigen O : somatic antigen ( tidak menyebar )
Ø Antigen H: (menyebar) terdapat pada flagella dan bersifat termolabil 
Ø Antigen IV: kapsul yang meliputi tubuh kuman dan melindungi antigen O terhadap patogenesis. Masa inkubasi 10-20 hari.

Tanda dan Gejala
Keluhan  dan gejala demam typhoid tidak khas, dan bervariasi dari gejala seperti flu ringan sampai berat dan fatal jika mengenai sistem organ. Secara klinik penyakit typhus berupa demam berkepanjangan, gangguan fungsi usus, dan keluhan susunan saraf pusat.
Ø Panas lebih dari 7 hari,biasanya semakin hari semakin tinggi( 39°-40°C)
Ø Gastrointestinal dapat berupa konstipasi, diare di sertai rasa mual, muntah, kembung, lidah kotor,hepatomegali, slenomegali.
Ø Pada minggu ke 2 panas`tinggi terus-menerus terutama pada malam hari.
Ø Gejala saraf sentral berupa delirium,apatis,somnolen,sopor,bahkan sampai koma.
Ø Pada akhir minggu ke 3 demam berangsur-angsur turun dan normal, kesadaran menurun dan terjadi perdarahan usus dan menyebabkan kematian.

Patofisiologi
Salmonella typhi masuk ke dalam tubuh bersama makanan dan air yang tercemar. Sebagian kuman di musnahkan oleh asam lambung dan sebagian lagi masuk ke usus halus. ( Mnsjoer,2000).

Pemeriksaan Penunjang
Ø Darah yaitu Hb,Ht
Ø Reaksi widal aglutinin O dan H semakin tinggi titernya semakin besar kemungkinannya menderita typhoid. Pada infeksi aktif titer widal akan meningkat pada pemeriksaan setelah 5 hari.
Ø Kultur feces dan urine (+) salmonella typhosa selama 2 minggu
Ø Biakan empedu : terdapat basil salmonella typhosa pada urine dan tinja jika pada pemeriksaan dua kali berturut-turut di dapatkan hasil salmonella typhosa.pada urine maka pasien di nyatakan betul-betul sembuh.

Pengobatan
v Perawatan
Ø Pasien diistirahatkan 7 hari sampai demam tulang atau 14 hari untuk mencegah komplikasi pendarahan usus.
Ø Mobilisasi bertahap bila tidak ada panas, sesuai dengan pulihnya transfusi bila ada komplikasi perdarahan. 
v Terapi
Ø Kloramfenikol. Dosis yang diberikan adalah 100mg/kg BB/hari, maksimum pemberian 2g/hari. Dapat diberikan secara oral atau intravena, sampai 7 hari bebas panas.
Ø Tiamfenikol..
Ø Kortimoksazol per oral selama 10 hari.
Ø Ampicilin dan Amokcilin. Dosis berkisar 100mg/kg BB, selama 2 minggu.
Ø Sefalosporingenerasi ketiga seperti seftriakson dosis 80mg/kg BB IM atau IV. selama 5 -7 hari. Atau seiksim oral dosis 20mg/kg BB/haridibagi 2 dosis selama 10 hari.
Ø Kombinasi obat antibiotik. Hanya diindikasikan pada headaan tertentu seperti: tifoid toksik, peritonitis atau perforasi, syok septik, karena telah terbukti sering ditemukan dua macam organisme dalam kultur darah selain kuman salmonella typhi. ( Widiastuti S, 2001)
v Diet
Ø Diet yang sesuai, cukup kalori dan tinggi protein.
Ø Pada penderita yang akut dpat diberi bubur saring.
Ø Setelah bebas demam diberi bubur kasar selama 2 hari lalu nasi tim.
Ø Dilanjutkan dengan nasi biasa setelah penderita bebas dari demam selama 7 hari

Komplikasi
v Komplikasi intestinal
Ø Perdarahan usus
Ø Perforasi usus
Ø Ileus paralitik

v Komplikasi ekstra intestinal
Ø Kardiovaskuler    : kegagalan sirkulasi perifer, miokarditis, trombosis,  tromboflebitis
Ø Darah                   : anemia hemolitik, trombositopenia, koagulasi
Ø Paru                      : pneumonia
Ø Hepar                   : hepatitis dan kolelitiasis
Ø Ginjal                   : glomerulonefritis ,pielonefritis
Ø Tulang                  : artitis , osteomielitis
Ø Neuropsikiatrik    : meningitis, psikosis, sindrom guillian-bare